Pimpinan beserta para ustadz delegasi Pondok Pesantren Darusy Syafiiyah ikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Madrasah Batsul Masail (MBM) yang diselenggarakan pada 27–28 Juni 2026 di Pondok Pesantren Al-Muhajirin. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, KH. Muhibbul Aman Aly bersama Tim Madrasah Batsul Masail (MBM) Jawa Timur dari Pasuruan yang dikenal sebagai pakar di bidang fikih dan Batsul Masail. Pelatihan tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat kapasitas para peserta dalam mengkaji dan merumuskan solusi atas berbagai persoalan keagamaan secara ilmiah, sistematis, serta berlandaskan dalil-dalil syariat yang kuat.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat kalangan pesantren dalam mengikuti kegiatan ini. Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Batang Hari dan berbagai daerah di Provinsi Jambi, tetapi juga diikuti oleh delegasi pondok pesantren dari sejumlah provinsi lain di Indonesia. Kehadiran peserta lintas daerah tersebut menunjukkan bahwa Pendidikan dan Pelatihan Madrasah Batsul Masail telah menjadi forum keilmuan yang mendapat perhatian luas serta mampu mempererat jejaring intelektual antarpondok pesantren. Melalui bimbingan langsung para pakar, peserta memperoleh penguatan metodologi istinbath hukum, teknik bermusyawarah dalam forum Batsul Masail, hingga penyusunan argumentasi fikih yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan khazanah keilmuan ulama salaf.
Keikutsertaan pimpinan dan para ustadz delegasi Pondok Pesantren Darusy Syafi'iyah dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen pesantren dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang fikih dan kajian keislaman. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan serta dikembangkan di lingkungan pesantren maupun di tengah masyarakat, sehingga mampu melahirkan kader-kader ulama yang memiliki kedalaman ilmu, keluasan wawasan, serta mampu memberikan jawaban atas berbagai persoalan umat secara bijaksana, argumentatif, dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Selain menjadi ajang peningkatan kompetensi, kegiatan ini juga memperkuat semangat kolaborasi dan ukhuwah antarpesantren dalam membangun tradisi keilmuan Islam yang moderat, adaptif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
HUMAS Media DARSYA