Jambi, 10 Mei 2026 – Pondok Pesantren Darusy Syafi’iyah kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pelestarian budaya Islam Nusantara melalui pelaksanaan Pengukuhan Anggota Tetap Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa yang dilaksanakan pada Minggu malam, 10 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat tersebut diikuti oleh para anggota dan kader Pagar Nusa dari berbagai wilayah di Kabupaten Batang Hari. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ukhuwah, kedisiplinan, serta komitmen menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah melalui seni bela diri pencak silat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IPSI Kabupaten Batang Hari, para Ketua Perguruan Pencak Silat, Ketua BPD beserta perangkat Desa Kampung Pulau, serta Pimpinan Pondok Pesantren Darusy Syafi’iyah. Kehadiran para tokoh dan unsur masyarakat tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pembinaan generasi muda melalui kegiatan positif berbasis pesantren dan budaya bangsa.
Acara pengukuhan juga dihadiri oleh PW Pagar Nusa, KH. Fathullah, M.H., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga loyalitas terhadap organisasi, menjunjung tinggi adab, serta menjadikan pencak silat sebagai sarana dakwah dan penguatan spiritual.
“Pagar Nusa bukan hanya tentang bela diri, tetapi juga tentang membangun akhlak, kedisiplinan, dan kecintaan kepada ulama serta Nahdlatul Ulama,” ujar KH. Fathullah, M.H.
Ketua IPSI Kabupaten Batang Hari dalam kesempatan tersebut juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pengukuhan yang dinilai mampu menjadi wadah pembinaan karakter, mental, dan sportivitas bagi generasi muda, khususnya para santri.
Suasana kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekeluargaan. Para peserta mengikuti prosesi pengukuhan dengan penuh kesungguhan sebagai bentuk kesiapan menjadi anggota tetap Pagar Nusa yang siap menjaga marwah organisasi dan nilai-nilai pesantren.
Pimpinan Pondok Pesantren Darusy Syafi’iyah berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus mengembangkan potensi diri, baik dalam bidang keilmuan, spiritual, maupun seni bela diri tradisional Islam.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pondok Pesantren Darusy Syafi’iyah kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang religius, disiplin, berkarakter, serta cinta terhadap budaya dan tradisi Nahdlatul Ulama.